Friday, April 18, 2008

hatred

Lord Buddha, please release me from all this hatred...

teach me to forgive those people out there...

Monday, January 7, 2008

melt down..



it melted me when a man said:

"I wanted you to be the one who gives birth of my children"

i think i'll love that man...


Friday, December 21, 2007

cerita wendy



kulihat kupu-kupu semakin sering menerawang ke arah langit dan menangis dalam tawa, menyangkal khayalan akan rangkulan yang nyata-nyata berubah menjadi tangan yang menggenggam udara.

mungkin kini saatnya bagi wendy untuk melangkah lagi,
sadari kini peter tak lagi mau terbang bersama dirinya.

tak perlu lagi ia berpura-pura tegar, karena sudah seharusnya ia menjadi tegar, karena tak ada lagi yang akan menyediakan bahu baginya untuk menangis.

cokelat pun tak lagi terasa nikmat di sela tangis, mengingatkannya pada brownies.

wendy benci brownies, yang dulu ia cintai dengan segenap jiwa raganya. wendy benci brownies yang menceritakan kebohongan hidupnya.

mungkin kini saatnya bagi wendy untuk melangkah lagi,
sadari kini peter tak lagi mau terbang bersama dirinya.

dan mungkin inilah saatnya baginyah untuk bangkit dari kebohongan yang ia percayai.

benci


aku kini membenci niah,
aku benci kupu-kupu,
aku benci brownies,
aku benci ambisi,
aku benci sepi,

aku benci kau!

...

kuharap kubisa...

Wednesday, December 19, 2007

E.g.o.i.s!!!





kemarin malam, aku mematahkan tiang penopang yang menyangga hatiku selama ini.
karena keegoisanku, aku mengacaukan semua yang ada dalam hidupku.

aku ingin menghilangkan keterikatan terhadap semuanya,
tapi aku tidak bisa melepaskan diri dari diriku.
aku terlalu takut untuk terluka.
aku terlalu takut untuk melukai.
aku terlalu takut untuk kehilangan segala yg aku miliki selama ini.

aku tak memiliki keberanian untuk memilih.
tidak untuk bergerak maju,
ataupun mundur sekalipun.

aku sudah merasa nyaman dengan apa yg aku miliki sekarang ini
sehingga aku tak ingin memutar waktu kembali ke yg telah lampau.
tapi aku pun tak memiliki keberanian untuk bergulir maju.

aku menyadari sepenuhnya, tak ada yg kekal dalam hidup ini,
seperti juga aku menyadari suatu saat aku akan mengalami suatu perpisahan
sebagai akibat dari pertemuan yg pernah kualami.
tapi aku tidak mau itu berlangsung begitu cepat,
dan terjadi karena akulah penyebabnya.

yap, aku tak mau lagi merasakan kehilangan.
apalagi penopang hatiku selama ini.

adakah cara bagiku untuk bisa menyayanginya tanpa menyakitinya?
adakah cara bagiku untuk tetap memilikinya selamanya?
adakah cara bagiku untuk tidak mengalami perpisahan?

egois, kemaruk, ga tau diri.
itu yg muncul dalam pikiranku setiap kali memikirkan masalah ini.
sepertinya memang ga ada jalan keluar untuk masalah ini.

tak bisakah dua orang yg saling menyayangi hidup tanpa saling memiliki?
jika bisa, mungkinkah mereka hidup tanpa merasa tersakiti satu sama lain?

Saturday, November 10, 2007

from nothing to nothing...

and there's nothing to talk about now...

maybe it's way too far...

maybe there's no good end for all...

Tuesday, September 25, 2007

sejauh mana

ada satu pertanyaan yang tiba2 muncul di kepala gw:

to what extent is a love can be called 'worth fighting'?
jawabannya mungkin beda2 untuk tiap orang...
tapi barangkali ada satu batasan yang menentukan bahwa suatu cinta itu masih layak atau
udah ga layak untuk dipertahankan lagi...

Saturday, September 15, 2007

Belum ada judul [part 1]

“Perkosalah aku,” gadis itu berkata dengan muka serius.

“Apa?” si pemuda terkejut.

“Kau dengar aku: perkosalah aku!” gadis itu mengulangi permintaannya sekali lagi.

“Apa maksudmu?” si pemuda terheran-heran dengan permintaan gadis itu, gadisnya.

“Bercintalah denganku,” kali ini permintaan ini diucapkan dengan lemah, seperti tak berdaya.

“Mengapa?”

“Mengapa tidak?” gadis itu membalikkan pertanyaan si pemuda.

“Mengapa sekarang?”

“Mengapa tidak sekarang?” gadis itu sekali lagi membalikkan pertanyaan si pemuda.

“Mengapa tidak dulu-dulu?”

“Karena dulu aku tidak ingin,” gadis itu berbohong.

“Benarkah?”

“Ya,” jawab gadis itu sambil menelan ludah.

“Kau bohong.”

“Aku tidak bohong,” elak si gadis.

“Kau selalu menginginkan aku,” tuduh si pemuda.

“Kau sok tahu.”

“Aku memang tahu. Ketika berciuman, mulutmu menginginkan mulutku, lidahmu menginginkan lidahku, tanganmu ingin menjamahku, seluruh tubuhmu menginginkan tubuhku!”

“Kalau aku selalu menginginkan kamu, lantas kenapa?”

“Kalau kamu selalu menginginkan aku, lantas kenapa kamu tidak memintanya dari dulu?”

“Karena kau akan pergi,” jawab gadis itu pelan, menggigit lidahnya.

“Lantas apa hubungannya dengan aku pergi?”

“Karena kalau aku memintanya sekarang, mungkin aku bisa menahanmu untuk tidak pergi.”

“...”

***

“Tak ada gunanya aku memohon, kan?” tanya gadis itu dengan dingin.

Tidak ada jawaban.

Air mata mulai menggenangi matanya yang cerlang, “Tak ada satu apapun yang bisa kulakukan untuk menahanmu, kan?”

Masih tak ada jawaban.

“Katakan sesuatu,” air mata mulai mengalir di pipi gadis itu.

“Aku tidak tahu harus berkata apa...”

“Katakan apa saja..” desisnya, mulai putus asa.

[end of part 1]

Wednesday, September 5, 2007

tentang Cinta...

Cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetap bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus menerus menimbulkan tanda tanya: Cintakah kau padaku? Cintakah kau padaku?
Demikianlah cinta kami selalu diuji, benarkah begitu kuat usaha kami untuk menyatu kembali, ataukah cinta kami ini hanya cinta yang begitu-begitu saja yang terlalu mudah menyerah karena berbagai macam halangan yang sebenarnya bisa saja diatasi.
Cinta yang sejati, kukira, hanyalah menjadi sejati jika tahan uji terhadap cinta yang sama hebohnya, yakni cinta yang dahsyat itu, dengan segenap petir dan halilintarnya yang tanpa kecuali menggetarkan dan mendebarkan hati.
(SGA – Cintaku Jauh di Komodo)

Friday, August 24, 2007

and Jean Grey said....




tadi malam gw menonton salah satu film yang gw cari-cari.
X-II. yup, the very X-Men 2.

in that film, there's a scene telling me real "something" about my condition right now.
setelah sekolah mutan diserang oleh penjahatnya,
Wolverine berhasil kabur naek mobilnya Cyclop dan pergi ke rumah salah satu murid: Bobby.
Pas di rumah Bobby, Storm berhasil menghubungi Wolverine,
dan mereka pun kumpul lagi di jet yang super keren.
dalam pelarian itu, jetnya rusak dan harus mendarat.
pada saat benerin jet, sempet terjadi dialog singkat antara jean grey dengan wolverine tentang hubungan mereka.
dan jean grey bilang (kira2):

"women love bad boys, and marry a good man"

dan kalimat itu tiba-tiba menusuk gw yang di tengah kegamangan.
yap, memang begitulah wanita...
memang para wanita begitu mencintai bad boys..
and includes me also...

maybe i'm just hoping to get marry with one of them.. hahaha...